Jelajahi Dunia Tanaman
Iklan
Tanaman Hias

Cara Merawat 5 Tanaman Pembawa Hoki ala Asia di Rumah

Pohon uang, bambu keberuntungan, sampai sri rejeki dipercaya membawa hoki di banyak rumah Asia. Kenali makna di baliknya dan cara merawat yang benar, supaya tanaman tidak sekadar jadi pajangan yang cepat mati.

Cara Merawat 5 Tanaman Pembawa Hoki ala Asia di Rumah

Hampir setiap rumah di Asia punya satu pot tanaman yang dianggap wajib ada. Bentuknya belum tentu paling cantik di antara koleksi, tapi ada makna yang menempel padanya. Orang Cina menyebutnya pohon uang, orang Jepang punya tanaman giok, dan di Indonesia kita mengenal sri rejeki.

Terlepas dari percaya atau tidak pada soal hoki, tanaman-tanaman ini tetap layak dipelihara. Sayangnya, banyak yang beli karena yakin membawa keberuntungan, lalu mati dalam dua bulan karena salah perawatan. Padahal perawatannya tidak rumit, asal tahu kebiasaan aslinya.

Berikut lima tanaman yang paling sering disebut sebagai pembawa hoki di Asia, lengkap dengan maknanya dan cara merawatnya supaya tidak cepat rusak.

Iklan

Kenapa Tanaman Dipercaya Membawa Hoki

Dalam tradisi Tionghoa, tanaman hidup dianggap sebagai energi yang tumbuh. Daun yang sehat, batang yang tegak, dan tunas baru dibaca sebagai tanda aliran yang lancar di rumah. Sebaliknya, tanaman yang kering dan menguning dianggap menahan energi. Bukan semata soal mistis, tapi karena tanaman kering memang bikin ruangan terasa kusam.

Di Asia Tenggara, kepercayaan ini menempel pada nama tanamannya sendiri. Sri rejeki, misalnya, dinamai begitu karena dianggap membawa rezeki bagi pemiliknya. Ada juga yang mengaitkan tanaman dengan unsur feng shui: daun bulat untuk keutuhan, tanaman berduri untuk perlindungan, dan tanaman berdaun tebal untuk stabilitas.

Yang menarik, sebagian besar tanaman hoki ini memang tahan banting. Jadi masuk akal kalau orang zaman dulu memilihnya. Mereka yang jarang di rumah pun masih bisa melihat tanamannya tetap hidup.

1. Pohon Uang, Rezeki yang Datang Bertahap

Pohon uang (Pachira aquatica) adalah ikon paling jelas. Batangnya sering dikepang jadi satu, dan daunnya menjari lima. Dalam kepercayaan Tionghoa, lima helai daun itu mewakili lima arah rezeki, sementara batang yang terkepang melambangkan rezeki yang diikat jadi satu.

Tanaman ini tumbuh lambat. Dan justru itu maknanya: rezeki tidak datang instan, tapi menumpuk pelan-pelan.

Cara merawat:

  • Taruh di tempat terang, tapi jangan kena matahari siang langsung. Daunnya mudah terbakar.
  • Siram hanya saat lapisan atas media sudah kering. Lebih baik kurang air daripada berlebihan.
  • Pastikan pot punya lubang drainase. Akar pohon uang cepat busuk kalau terendam.
  • Jauhkan dari AC dan ventilasi yang anginnya kencang.
  • Periksa ikatan batang kepang secara berkala. Kalau terlalu ketat, bisa melukai batang.

2. Bambu Keberuntungan, Simbol Kelenturan

Bambu keberuntungan sebenarnya bukan bambu. Namanya Dracaena sanderiana, dan ia bisa hidup di air maupun di media tanam. Batangnya lentur, mudah dibelokkan, dan tetap tumbuh. Dari situ muncul makna kelenturan: tidak patah walau kondisi berubah.

Jumlah batangnya juga sering dikaitkan dengan arti tertentu, mulai dari kebahagiaan sampai rezeki. Kalau Anda tidak terlalu memikirkan soal itu, satu rangkaian tiga batang sudah cukup rapi untuk meja kerja.

Cara merawat:

  • Kalau ditanam di air, ganti airnya tiap satu sampai dua minggu agar tidak berlendir.
  • Hindari air keran yang kadar kaporitnya tinggi. Endapkan dulu semalaman.
  • Simpan di tempat terang tanpa sinar langsung. Matahari penuh bikin daun menguning.
  • Kalau dipindah ke media tanam, gunakan campuran yang porous dan jangan dipadatkan.

3. Tanaman Giok, Koin yang Tumbuh di Pot

Tanaman giok (Crassula ovata) berasal dari Afrika Selatan, tapi populer di Asia karena daunnya yang tebal dan bulat persis koin. Di Cina ia dijuluki pohon uang, di Jepang dianggap simbol keberuntungan finansial. Semakin rimbun, semakin dianggap bagus.

Karena sukulen, tanaman ini menyimpan air di daunnya. Justru inilah yang membuat banyak orang gagal merawatnya. Terlalu sering disiram.

Cara merawat:

  • Media harus cepat kering. Campur tanah dengan pasir kasar atau perlite.
  • Siram jarang, dan biarkan media benar-benar kering dulu.
  • Butuh cahaya terang. Taruh dekat jendela yang dapat matahari pagi.
  • Jangan taruh di ruangan lembap seperti kamar mandi.
  • Kalau daun bawah rontok dan batang memanjang pucat, itu tanda kurang cahaya.

4. Sri Rejeki, Primadona Rumah di Indonesia

Aglaonema atau sri rejeki hampir selalu ada di daftar tanaman pembawa hoki versi orang Indonesia. Namanya sendiri sudah seperti doa. Coraknya beragam, dari hijau polos sampai merah menyala, dan penampilannya sangat dipengaruhi varietas.

Selain soal nama, sri rejeki memang cocok untuk rumah tropis. Ia tahan cahaya minim, tapi warnanya justru lebih keluar kalau dapat cahaya cukup.

Cara merawat:

  • Gunakan media gembur: sekam, cocopeat, dan sedikit pasir.
  • Siram saat media mulai kering, jangan sampai becek.
  • Tempatkan di area terang tanpa sinar langsung supaya warna daun keluar.
  • Bersihkan daun dengan kain lembap supaya debu tidak menutup permukaannya.
  • Waspadai busuk batang. Itu gejala paling umum pada sri rejeki yang kebanyakan air.

5. Anggrek Bulan, Lambang Kemakmuran

Anggrek bulan (Phalaenopsis) di banyak rumah Asia dianggap tanaman kelas atas. Mekarnya yang lama dan bunganya yang bertahan berminggu-minggu dibaca sebagai lambang kemakmuran yang bertahan. Di beberapa tradisi, anggrek juga jadi hadiah pernikahan karena dianggap membawa keberuntungan bagi pasangan.

Anggrek memang lebih rewel dibanding empat tanaman sebelumnya. Tapi bukan berarti sulit. Ia hanya butuh perhatian lebih pada media dan kelembapan.

Cara merawat:

  • Jangan pakai tanah biasa. Anggrek butuh media kasar seperti kulit pinus atau arang.
  • Siram dengan cara direndam sebentar, lalu tiriskan sampai tidak ada air menggenang di pangkal daun.
  • Simpan di tempat terang tanpa matahari langsung, dan pastikan sirkulasi udara jalan.
  • Air yang menggenang di tengah daun adalah penyebab utama busuk mahkota.
  • Setelah bunga rontok, jangan langsung potong tangkai. Beberapa jenis bisa berbunga lagi dari mata yang sama.

Menempatkan Tanaman Hoki di Rumah

Kalau Anda mengikuti soal feng shui, ada beberapa penempatan yang sering disarankan. Kalau tidak, aturan ini tetap berguna karena biasanya sejalan dengan kebutuhan tanaman itu sendiri.

  • Area masuk atau ruang tamu untuk tanaman berdaun lebar seperti sri rejeki. Dianggap menyambut energi baik, dan memang butuh cahaya tidak langsung.
  • Meja kerja atau meja kasir untuk bambu keberuntungan dan pohon uang. Selain soal rezeki, keduanya cukup tahan di ruangan ber-AC.
  • Sudut ruangan yang terang untuk tanaman giok. Ia butuh cahaya lebih banyak daripada yang orang kira.
  • Hindari kamar mandi untuk sukulen dan anggrek. Kelembapannya terlalu tinggi.

Satu hal yang sering dilupakan: jangan menaruh tanaman hoki di tempat yang benar-benar gelap lalu berharap ia bekerja sebagai penarik rezeki. Tanaman yang stres justru terlihat kusam, dan itu tidak enak dilihat siapa pun yang datang ke rumah.

Kesalahan yang Bikin Tanaman Hoki Cepat Mati

Setelah membaca banyak kasus, polanya hampir selalu sama.

  • Terlalu sering menyiram. Ini penyebab nomor satu, terutama untuk giok, sri rejeki, dan pohon uang.
  • Tidak ada drainase. Pot tanpa lubang membuat air menggenang di dasar, dan akar membusuk tanpa gejala yang terlihat di awal.
  • Salah media. Anggrek di tanah biasa atau sukulen di media yang menahan air hampir pasti bermasalah.
  • Terlalu cepat memindahkan pot. Tanaman butuh waktu menyesuaikan diri setelah dibeli. Beri beberapa minggu sebelum dipindah lagi.
  • Pupuk berlebihan. Beri sedikit, jarang, dan sesuai jenis tanaman. Lebih baik kurang daripada kebanyakan.

Pada akhirnya, tanaman pembawa hoki bekerja paling baik kalau benar-benar hidup. Tidak ada pohon uang yang bisa menarik apa pun kalau daunnya menguning. Jadi mulailah dari hal yang paling nyata: pilih tanaman yang sesuai kondisi rumah Anda, pelajari kebutuhan airnya, lalu rawat dengan sabar.

Iklan

Artikel Lainnya